Jumat, 30 Oktober 2015

Sekilas Pandang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR)

Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi atau Rehabilitasi Medik adalah :
  • Cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembalikan kemampuan fungsional dan kualitas hidup untuk orang-orang dengan gangguan fisik atau disabilitas.
  • Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari manajemen komprehensif dari disabilitas atau kecacatan yang timbul dari penyakit atau cedera neuro-muskulo-skeletal dan sistem kardio-respirasi dan gangguan bio-psiko-sosial yang bersamaan dengan hal tersebut


FALSAFAH REHABILITASI MEDIK :
 
Meningkatkan kemampuan fungsional seseorang sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mempertahankan dan atau meningkatkan kualitas hidup dengan cara mencegah atau mengurangi hendaya, disabilitas, dan kecacatan semaksimal mungkin.
 
 
 
Hendaya: kehilangan atau ketidaknormalan dari kondisi psikologis, fisiologis, atau struktur anatomi atau fungsi tingkat organ.
 
  • Disabilitas : kondisi keterbatasan atau berkurangnya kemampuan untuk melakukan aktifitas dengan cara dan batas yang dianggap normal bagi manusia yang diakibatkan hendaya tingkat manusia.
  • Kecacatan : keadaan kemunduran seseorang akibat adanya kelainan (hendaya) atau ketidakmampuan (disabilitas), yang membatasi dalam memenuhi peranannya yang normal (sesuai umur, jenis kelamin, dan faktor sosial budaya) tingkat lingkungan.
 
 
Spesialisasi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi meliputi diagnosis dan pengobatan pasien dengan nyeri atau kondisi yang membatasi fungsi, penatalaksanaan ko-morbiditas dan disfungsi lainnya, prosedur injeksi diagnostik dan terapeutik,elektrodiagnosis, serta pencegahan komplikasi disabilitas dari kondisi sekunder. KFR adalah spesialisasi kedokteran yang bekerja dalam ruang lingkup pencegahan, terapi dan rehabilitasi.
 
Fokus utamanya adalah perbaikan fungsi pada orang-orang yang memiliki keterbatasan fungsi karena:
  1. Bertambahnya usia ;
  2. Dapat bertahan hidup setelah mengalami penyakit berat seperti cerebral palsy, stroke, cedera sumsum tulang belakang, trauma multipel, dsb.
  3. Menyandang penyakit kronik dan masih aktif bekerja.


LAYANAN REHABILITASI MEDIK
 
Layanan kesehatan yang diselenggarakan di sarana kesehatan dan meliputi upaya pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, yang mencakup kegiatan layanan kesehatan secara utuh dan terpadu melalui pendekatan medis, psikososial, edukasional dan vokasional untuk mencapai kemampuan fungsional seoptimal mungkin.
 
Layanan rehabilitasi medik merupakan suatu proses yang bertujuan mengoptimalkan kemampuan individu untuk mempertahankan dan mencapai tingkat fungsi fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dalam hal ini, pasien dan dokter memiliki tujuan yang sama. Tujuan tersebut harus diupayakan bersama sehingga layanan medis tidak berhenti sebatas gejala penyakit berkurang atau hilang.
 
 
 
Artikel ini ditulis oleh dr. Dian Marta Sari, SpKFR, M.Kes, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Klinik Brantas dan di edit oleh dr. Farida Arisanti, SpKFR, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Klinik Brantas.
 
 

Daftar Pustaka
  1. PERDOSRI. White Book Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. 2012
  2. Kirby RL. Impairment, disability and handicap. In: DeLisa JA, Gans BM. Rehabilitation Medicine; Peinciples and Practices. Edisi ke 3. Philadelphia. Lipincott-Raven. 1998: 155-60
  3. WHO. International Classification of Impairment, Disabilities and Handicaps: a amanual classification relating to the consequences of diaseses. Geneva, Switzerland. WHO, 1980
  4. WHO. ICF : International Classification of Functioning, Disability and Health. Geveva, Switzerland. WHO 2001.